Rabu, 04 Februari 2026

APKLI-P Temui Menteri UMKM: PKL UMKM Sepi Omset Anjlok, Usulkan Reformasi KUR

Jakarta -  Kelesuan ekonomi rakyat kecil kembali mencuat. Pedagang kaki lima (PKL) dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di berbagai daerah mengeluhkan kondisi pasar yang semakin sepi dan omzet yang terus merosot. Keluhan tersebut disampaikan langsung oleh Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia Perjuangan (APKLI-P) kepada Menteri UMKM RI Maman Abdurrahman dalam pertemuan dikantor Kementerian UMKM Gedung Smesco Indonesia, Jakarta.

Tepatnya rabu 28 Jabuari 2026, jajaran APKLI Perjuangan dipimpin Ketua Umum dr. Ali Mahsun Atmo, M.Biomed., menyampaikan bahwa melemahnya daya beli masyarakat menjadi persoalan utama yang dirasakan PKL dan UMKM di pasar rakyat, warung kelontong, hingga sentra kuliner di seluruh Indonesia. Juga dampak ekonomi digital.

“Kondisi PKL dan UMKM saat ini benar-benar memprihatinkan. Pasar sepi, omzet anjlok. Ini bukan hanya terjadi di kota besar, tetapi juga di daerah,” tegas Ketua Umum APKLI-P Ali Mahsun ATMO di hadapan Menteri UMKM, Maman Abdurrahman.

Dokter ahli kekebalan tubuh ini juga menyoroti dampak ekonomi digital yang dinilai belum sepenuhnya berpihak kepada pelaku usaha kecil. Selain itu, Ia mengungkapkan efek lanjutan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah berjalan hampir satu tahun. Menurut laporan dari berbagai daerah, banyak kantin sekolah terpaksa tutup. Usaha kuliner di sekitar sekolah ikut terdampak, bahkan tidak sedikit yang gulung tikar. Di sisi lain, harga kebutuhan pokok justru meningkat, memicu kekhawatiran akan risiko inflasi yang lebih tinggi

*Dorong Reformasi KUR Jadi MUPP*
Dalam pertemuan tersebut, APKLI-P mendorong pemerintah untuk melakukan terobosan kebijakan atau reformasi dengan mengubah skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjadi kredit MUPP (Modal Usaha Produktif dan Pendampingan) melalui penerbitan Peraturan Presiden.

Ali Mahsun yang pernah emaban amanah ]embantu Rektor Undar Jombang Jatim 2010-2012 ini menilai, selama hampir dua dekade sejak KUR diluncurkan 2007 pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, ribuan triliun rupiah telah dikucurkan, namun dampaknya belum signifikan terhadap peningkatan kualitas dan daya saing UMKM. Bahkan banyak terjadi penyalagunaan.

“Kelemahan mendasar KUR, pertama, minimnya pendampingan dari hulu ke hilir. Tanpa pendampingan yang kuat, tingkat kemacetan kredit PKL dan UMKM bisa mencapai 40–50 persen. Hal ini juga pernah disampaikan mantan Menkop dan UKM RI, Adi Sasono kepadanya. Akibatnya, banyak kredit macet dan pelaku usaha sulit naik kelas. Kedua, tidak memberi kesempatan bagi milenial gen z dan pengangguran membuka usaha baru. Kondisi ini dinilai menghambat upaya Indonesia sukses jemput puncak bonus demografi 2030, yang membutuhkan setidaknya 100 juta UMKM unggul dan berdaya saing, ujar Ketua Umum Bakornas LKMI PBHMI 1995-1998.

*Gerakan Pasar Rakyat dan Satu Data UMKM*
Selain reformasi pembiayaan, APKLI-P mengusulkan revitalisasi dan integrasi pasar rakyat dan PKL UMKM melalui Gerakan Pasar Rakyat (GPR) diseluruh tanah air. Mereka juga menyatakan dukungan penuh satu data nasional UMKM melalui platform SAPA UMKM serta tata kelola satu rumah Holding UMKM Indonesia.

Menteri UMKM Maman Abdurrahman merespons positif berbagai aspirasi tersebut. Ia menyatakan komitmen pemerintah untuk terus mendorong UMKM naik kelas melalui pendampingan, permodalan, digitalisasi, dan peningkatan kapasitas usaha.

Maman bahkan memberikan arahan langsung kepada Deputi Usaha Mikro Kementerian UMKM, Riza Damanik, untuk menindaklanjuti aspirasi APKLI Perjuangan secara cepat dan konkret, serta menyiapkan gerakan pasar rakyat (GPR) diseluruh Indonesia.

“Kami terus berupaya agar UMKM memiliki peran sentral dalam program unggulan Presiden Prabowo, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG)”, ujar Menteri UMKM Maman Abdurrahman.
Share:

Laksanakan Perintah Presiden, Polresta Tangerang Turun Bersihkan Titik Rawan Sampah

Tangerang - Menindaklanjuti arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto terkait penguatan kedisiplinan, kepedulian lingkungan, dan keteladanan aparatur negara, jajaran Polresta Tangerang melaksanakan kegiatan korve atau kerja bakti bersih-bersih, Rabu (4/2/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan beberapa titik di antaranya di Jalan Raya Arya Santika tepatnya di Jembatan Perbatasan Cikupa–Tigaraksa serta di Jalan Raya Serang, Desa Bojong, Kecamatan Cikupa. 

"Kegiatan korve ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk nyata pelaksanaan perintah Presiden agar seluruh aparatur negara hadir memberi contoh langsung kepada masyarakat," kata Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah. 

Dia menambahkan, arahan Presiden sudah jelas, yakni aparatur negara harus menjadi teladan. Dia melanjutkan, lingkungan bersih adalah bagian dari disiplin dan tanggung jawab bersama.

"Polri tidak hanya menjaga keamanan, tapi juga harus peduli pada kebersihan dan kenyamanan ruang publik,” tegasnya.

Indra Waspada menjelaskan, lokasi yang dibersihkan berada di jalur lalu lintas utama dengan aktivitas masyarakat yang cukup tinggi. Sehingga kebersihan dan kerapian lingkungan menjadi faktor penting dalam menciptakan rasa aman dan tertib. Melalui korve, lanjut dia, diharapkan ruang publik tetap bersih, nyaman, dan layak.

"Ini juga bagian dari upaya pencegahan banjir serta penyakit akibat lingkungan yang tidak terawat,” ujarnya.

Indra Waspada menambahkan, keterlibatan langsung personel Polresta Tangerang dalam kegiatan korve diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan. Para personel membersihkan sampah, rumput liar, serta material yang mengganggu kebersihan dan estetika jalan.

“Kami mengajak masyarakat untuk ikut peduli. Menjaga kebersihan bukan hanya tugas pemerintah atau Polri, tetapi tanggung jawab kita semua,” imbuhnya.

Polresta Tangerang berkomitmen untuk terus mendukung kebijakan pemerintah pusat serta hadir secara aktif di tengah masyarakat. Tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam menjaga kualitas lingkungan dan kehidupan sosial.

Share:

Selasa, 03 Februari 2026

Cegah Masuknya Narkotika ke Pulau Jawa, Ditresnarkoba Polda Banten Razia di Pelabuhan Merak

Serang – Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Banten terus mengintensifkan razia terhadap penumpang dan pengguna jasa di Dermaga Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, sebagai upaya mengantisipasi peredaran narkotika menuju Pulau Jawa pada Rabu (04/02). 

Direktur Resnarkoba Polda Banten, Kombes Pol Wiwin Setiawan, mengatakan bahwa kegiatan razia tersebut merupakan bagian dari komitmen Ditresnarkoba Polda Banten dalam pemberantasan narkoba di wilayah hukumnya.

“Kami dari personel Ditresnarkoba Polda Banten terus gencar melaksanakan razia setiap harinya selama 1x24 jam terhadap penumpang dan pengguna Pelabuhan Merak,” ujar Kombes Pol Wiwin Setiawan. 

Ia menjelaskan bahwa hingga saat ini situasi di Pelabuhan Merak masih aman dan terkendali. Dari hasil razia yang telah dilakukan, pihaknya belum menemukan adanya pengedar maupun pengguna narkotika di area pelabuhan. Meski demikian, kegiatan pengawasan dan pemeriksaan akan tetap dilakukan secara berkelanjutan.

“Kegiatan razia sampai saat ini masih aman dan terkendali. Kami belum menemukan adanya pengedar maupun pengguna narkotika di Pelabuhan Merak. Namun, kami akan tetap melaksanakan kegiatan ini setiap hari untuk memutus jaringan peredaran narkotika dan mewujudkan wilayah yang bersih dari narkoba di hukum Polda Banten,” tegasnya.

Wiwin menambahkan bahwa razia ini merupakan langkah preventif sekaligus represif dalam mencegah masuknya narkotika ke Pulau Jawa melalui jalur penyeberangan.

“Dalam rangka mengantisipasi penyebaran narkotika di wilayah hukum Polda Banten, Ditresnarkoba akan terus menggencarkan kegiatan razia maupun penegakan hukum di Pelabuhan Merak sebagai bagian dari upaya pemberantasan narkoba,” tutup Dirresnarkoba. (Bidhumas)
Share:

Tim Resmob Polres Serang, Ringkus Pelaku Curanmor Bersenjata Pistol Airsoft

Serang - Satu dari dua pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) bersenjata pistol airsoft gun yang kerap beraksi di wilayah Serang Utara berhasil diringkus Tim Resmob Polres Serang. Pelaku berinisial WA alias Gaok ditangkap saat berada di rumah kontrakannya pada Kamis, 29 Januari 2026 sekitar pukul 03.40 WIB.

Pelaku WA diketahui merupakan residivis kasus curanmor yang kerap beroperasi lintas wilayah. Sementara satu pelaku lainnya yang identitasnya telah dikantongi polisi hingga kini masih dalam pengejaran dan masuk daftar pencarian orang (DPO).

Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan mengatakan, pengungkapan kasus ini merupakan hasil pengembangan dari laporan korban dan rekaman CCTV yang sempat viral di media sosial. Dari hasil penyelidikan Tim Resmob yang dipimpin Ipda Athallah Thoriq dan Bripka Sutrisno langsung mencari para pelaku.

“Kasus curanmor ini sempat viral dan menjadi atensi kami. Tim Resmob bergerak cepat melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil mengamankan salah satu pelaku,” ujar Andri Kurniawan, Rabu, 4 Februari 2026.

Peristiwa pencurian tersebut terjadi pada Sabtu 20 Desember 2025) sekitar pukul 20.00 WIB di Desa Wanayasa, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang. Korban diketahui bernama Toifah, 41 tahun, warga Desa Pegandikan, Kecamatan Pontang.

Saat kejadian, korban bersama suaminya berkunjung ke rumah temannya. Suami korban memarkirkan sepeda motor Honda Beat bernomor polisi A-5676-IC di luar pagar depan rumah.

Namun ketika korban dan suaminya hendak pulang, sepeda motor tersebut sudah tidak berada di tempat. Korban kemudian menyadari bahwa motornya telah dicuri oleh pelaku yang terekam kamera CCTV di sekitar lokasi kejadian.

“Dari rekaman CCTV dan keterangan saksi, kami melakukan serangkaian penyelidikan hingga mengarah pada identitas pelaku,” jelas Kapolres didampingi Kasatreskrim AKP Andi Kurniady ES.

Berdasarkan hasil penyelidikan di lapangan, Tim Resmob Polres Serang akhirnya berhasil mengamankan WA alias Gaok di sebuah kontrakan yang berlokasi di Kelurahan Rambutan, Kecamatan Ciracas, Kota Jakarta Timur.

Dari tangan pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa satu unit sepeda motor Honda Scoopy warna putih yang digunakan sebagai sarana kejahatan, satu pucuk pistol airsoft gun, serta satu set kunci letter T lengkap dengan tiga mata kunci.

Kapolres Serang mengungkapkan, hasil interogasi menunjukkan bahwa pelaku telah beraksi sebanyak empat kali di wilayah hukum Polres Serang dan Kota Serang bersama rekannya yang kini buron.

Modus operandi yang digunakan pelaku yakni merusak lubang kunci kendaraan menggunakan kunci letter T, kemudian men-step motor agar tidak menimbulkan suara yang mencurigakan. "Dalam setiap aksinya, pelaku juga membawa pistol airsoft gun untuk mengancam korban atau warga apabila kepergok," jelasnya. (Humas/Rose)
Share:

Hadiri Pemakaman, Kapolri: Pesan Eyang Meri Jadi Inspirasi dan Semangat Keluarga Besar Polri

JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri prosesi pemakaman Meriyati Hoegeng atau Eyang Meri, istri dari mantan Kapolri Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso di Taman Pemakaman Bukan Umum (TPBU) Giritama, Tonjong, Bogor, Jawa Barat. 

Sigit mengungkapkan, dalam beberapa kali pertemuan, Eyang Meri selalu menyampaikan pesan untuk seluruh keluarga besar Polri. Menurut Sigit, hal tersebut dijadikan semangat dan inspirasi keteladanan bagi seluruh personel Korps Bhayangkara. 

"Beliau selalu berpesan di setiap acara kami, jadilah polisi yang baik, memiliki integritas, dan polisi yang bisa melindungi dan mengayomi," kata Sigit usai mengikuti prosesi pemakaman. 

Bahkan, kata Sigit, pada saat melayat ke rumah duka Eyang Meri, pihak keluarga memutar rekaman berisikan pesan dari Eyang Meri untuk keluarga besar Polri. 

"Bahkan tadi malam kami dengarkan langsung suara beliau yang direkam oleh Mas Rama bagaimana beliau selalu sampaikan pesan jadilah contoh teladan dan mulailah dari dirimu sendiri. Saya kira hal-hal tersebut tentunya menjadi spirit bagi kami keluarga besar Polri," ujar Sigit. 

Pesan itu, kata Sigit merupakan suatu amanah ataupun wasiat dari Eyang Meri. Tentunya, kata Sigit, pesan tersebut harus terus dikumandangkan serta menjadi semangat bersama untuk seluruh keluarga besar Polri dimanapun berada untuk terus melanjutkan pesan serta nasihat Eyang Meri. 

"Karena setiap beliau menyampaikan Eyang Meri saat terakhir dan pesannya tolong jaga titip institusi Polri, tolong jaga dan titip Polri," ucap Sigit. 

Sigit menegaskan, pesan dari Eyang Meri memiliki makna mendalam. Polri ke depannya harus bisa meneladani dan memberikan perlindungan serta pengayoman terhadap masyarakat dan tanggung jawab terhadap keamanan.

"Sebagaimana tugas pokok kami dan doktrin kami untuk menjaga tata tentrem kerta rahardja. Saya kira banyak hal kami kenang dari Eyang Hoegeng. Selamat jalan Eyang Meri kami terima kasih atas apa yang telah beliau berikan kepada kami. Warisan daripada pendahulu utamanya Almarhum Hoegeng Iman Santoso yang tentunya akan terus menjadi api yang menggelora di seluruh keluarga besar Polri untuk menjaga wasiat dan warisan tersebut," tutup Sigit.
Share:

Antisipasi Gangguan Kamtibmas, Polsek Panongan Gelar Patroli Pusaka di Pusat Keramaian

Kab Tangerang - Guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif, Polsek Panongan Polresta Tangerang melaksanakan Patroli Pusaka (Patroli pada Pusat Keramaian) di wilayah hukum Polsek Panongan, Rabu (4/2/2026).

Kegiatan patroli tersebut dilaksanakan mulai pukul 09.30 WIB hingga 12.00 WIB dengan melibatkan personel Polsek Panongan, yakni Kanit Samapta Ipda A. Suheri, Aiptu Indra selaku piket patroli, serta Aipda Ubaidillah sebagai anggota piket patroli.

Patroli Pusaka menyasar sejumlah titik pusat aktivitas masyarakat, antara lain area wisata kolam renang WW dan WOW Mardigres Citra Raya, kawasan perbankan BRI, Mall Ciputra, serta area perkantoran dan pertokoan Citra Raya. Lokasi-lokasi tersebut dinilai memiliki potensi keramaian sehingga memerlukan kehadiran aparat kepolisian untuk mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas.

Dalam kegiatan tersebut, personel Polsek Panongan melakukan pemantauan situasi sekaligus menyampaikan himbauan kamtibmas kepada masyarakat dan pengelola tempat usaha agar senantiasa menjaga keamanan lingkungan, meningkatkan kewaspadaan, serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan.

Kapolsek Panongan IPTU Irruandy Aritonang, S.H. menyampaikan bahwa Patroli Pusaka merupakan bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat untuk memberikan rasa aman dan nyaman, khususnya di pusat-pusat keramaian.

“Dengan patroli rutin di pusat aktivitas masyarakat, diharapkan potensi gangguan kamtibmas dapat dicegah sejak dini sehingga situasi wilayah Panongan tetap aman dan kondusif,” ujarnya.

Selama kegiatan patroli berlangsung, situasi di wilayah hukum Polsek Panongan terpantau aman, tertib, dan kondusif. (Humas/Rose)
Share:

Ops Keselamatan Hari Ke-3, Sat Lantas Polres Cilegon Lakukan Teguran dan Tilang di Beringin Ciwandan

Cilegon – Dalam rangka pelaksanaan Operasi Keselamatan, jajaran petugas lalu lintas kembali menggelar kegiatan penertiban pada hari ketiga, bertempat di kawasan Beringin Ciwandan. Kegiatan dimulai sejak pukul 09.00 WIB dan berlangsung dengan tertib serta kondusif. Rabu, 4/2/2026,

Pada operasi tersebut, petugas fokus melakukan pemeriksaan kelengkapan kendaraan serta kepatuhan pengendara terhadap peraturan lalu lintas. Sejumlah pelanggaran masih ditemukan, seperti tidak menggunakan helm, tidak membawa surat-surat kendaraan, serta pelanggaran rambu lalu lintas.

Sebagai bentuk penegakan hukum sekaligus upaya edukasi, petugas memberikan teguran kepada pengendara yang melakukan pelanggaran ringan. Sementara itu, terhadap pelanggaran yang berpotensi membahayakan keselamatan, petugas langsung melakukan tindakan tilang sesuai ketentuan yang berlaku.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya tertib berlalu lintas demi menekan angka kecelakaan di wilayah hukum setempat.

Petugas juga mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar selalu mematuhi aturan lalu lintas, melengkapi surat kendaraan, serta mengutamakan keselamatan dalam berkendara.

Operasi Keselamatan akan terus dilaksanakan sampai dengan tanggal 15 februari 2026 di sejumlah titik rawan pelanggaran dan kecelakaan guna menciptakan situasi lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar.
Share:

Satgas Preemtif Operasi Keselamatan Maung 2026 Polresta Serang Kota, Laksanakan Sosialisasi Melalui Siaran Radio RRI Banten

Serang kota - Dalam rangka mendukung pelaksanaan Operasi Keselamatan Maung 2026, Personel Polresta Serang Kota melaksanakan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat melalui siaran radio bersama 94.9 RRI Banten, pada Rabu, 04 Februari 2026.

Kasatgas Preemtif Ipda Rudy Supriady, S.H., menuturkan Kegiatan jari ke tiga Ops. Keselamatan maung 2026 ksanakan sosialisasi bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pelaksanaan Operasi Keselamatan Maung 2026, khususnya terkait pentingnya tertib berlalu lintas, keselamatan pengguna jalan, serta upaya pencegahan pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polresta Serang Kota.

Dalam siaran tersebut, Personel Operasi Keselamatan Maung 2026 menyampaikan berbagai informasi penting, antara lain sasaran operasi, jenis pelanggaran yang menjadi prioritas penindakan, serta imbauan kepada masyarakat agar selalu mematuhi peraturan lalu lintas demi keselamatan bersama.

Subsatgas Dikmas IPDA Berliana Karla V, S.Tr.K., juga menambahakan Melalui media radio, diharapkan pesan-pesan keselamatan lalu lintas dapat menjangkau masyarakat secara luas dan meningkatkan kesadaran kolektif dalam menciptakan budaya tertib berlalu lintas.

Polresta Serang Kota mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk mendukung pelaksanaan Operasi Keselamatan Maung 2026 dengan selalu mematuhi peraturan lalu lintas, melengkapi surat-surat kendaraan, serta mengutamakan keselamatan dalam berkendara. (Humas/Rose)

Share:

Kasat Lantas Polresta Serang Kota Berikan Apresiasi, Pengendara Tertib Pada Operasi Keselamatan Maung 2026

Serang Kota - Satuan Lalu Lintas Polresta Serang Kota terus melaksanakan kegiatan Operasi Keselamatan Maung 2026. Memasuki hari ketiga pelaksanaan operasi, kegiatan berlangsung di simpang lampu merah Ciracas Kota Serang, Rabu (04/02/2026).

Kasat Lantas Polresta Serang Kota, Kompol Tiwi Afrina, S.I.K., M.H., menyampaikan apresiasi kepada para pengguna kendaraan yang telah tertib dan patuh terhadap aturan lalu lintas. Apresiasi tersebut diberikan secara langsung kepada pengendara yang melengkapi surat-surat kendaraan serta menggunakan perlengkapan keselamatan saat berkendara.

“Pada Operasi Keselamatan Maung 2026 ini, kami tidak hanya melakukan penindakan, tetapi juga memberikan apresiasi kepada masyarakat yang sudah tertib berlalu lintas. Ini sebagai bentuk motivasi agar budaya tertib lalu lintas semakin meningkat,” ujar Kompol Tiwi Afrina.

Dalam pelaksanaan operasi keselamatan Maung 2026 tersebut, petugas menyasar pengendara yang melakukan pelanggaran lalu lintas untuk diberikan tindakan berupa tilang sesuai ketentuan yang berlaku. Sementara itu, pengendara yang tertib dan lengkap diberikan apresiasi sebagai bentuk penghargaan atas kepatuhan terhadap aturan.

Kompol Tiwi Afrina menambahkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas, sehingga dapat menekan angka pelanggaran dan kecelakaan di wilayah hukum Polresta Serang Kota.

“Harapannya, melalui Operasi Keselamatan Maung 2026 ini, masyarakat semakin sadar bahwa keselamatan di jalan raya adalah tanggung jawab bersama,” tutupnya. (Humas/Rose)

Share:

Tindak Lanjuti Commander Wish Kapolda Banten, Bidpropam Gelar Mitigasi Pelanggaran di Polres Pandeglang

Pandeglang – Dalam rangka memperkuat pengawasan internal serta meningkatkan disiplin dan profesionalisme anggota Polri, Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Polda Banten menggelar kegiatan Mitigasi Pelanggaran Anggota Polri yang dilaksanakan di halaman Mapolres Pandeglang, Rabu (04/02/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kabid Propam Polda Banten, Kombes Pol Drs. Murwoto, S.H., S.I.K., M.H., dan diikuti oleh seluruh personel Polres Pandeglang, mulai dari pejabat utama, perwira, bintara hingga ASN Polri. Pelaksanaan kegiatan ini merupakan bentuk tindak lanjut dari Commander Wish Kapolda Banten yang menekankan pentingnya penguatan integritas, etika, dan disiplin anggota Polri dalam mendukung terwujudnya Polri yang Presisi.

Dalam arahannya, Kombes Pol Murwoto menyampaikan bahwa kegiatan mitigasi pelanggaran ini bertujuan sebagai langkah pencegahan dini (early warning system) terhadap potensi pelanggaran disiplin, kode etik, maupun tindak pidana yang dapat mencoreng citra institusi Polri. Ia menegaskan bahwa setiap anggota Polri harus memiliki kesadaran dan komitmen kuat untuk menjaga perilaku, sikap, serta tanggung jawab dalam setiap pelaksanaan tugas.

“Setiap anggota Polri dituntut untuk mampu mengendalikan diri, menjunjung tinggi nilai-nilai etika profesi, serta menghindari segala bentuk pelanggaran, baik di dalam kedinasan maupun dalam kehidupan sehari-hari di tengah masyarakat,” tegas Kombes Pol Murwoto.

Lebih lanjut, Kabid Propam Polda Banten juga mengingatkan pentingnya menjaga penampilan, sikap tampang, kelengkapan administrasi, serta kepatuhan terhadap aturan internal Polri. Menurutnya, disiplin kecil yang diabaikan dapat menjadi awal terjadinya pelanggaran yang lebih besar apabila tidak segera dicegah dan diperbaiki.

Selain memberikan arahan dan penekanan terkait disiplin, kegiatan mitigasi ini juga menjadi sarana pembinaan mental dan karakter bagi seluruh personel Polres Pandeglang agar tetap bekerja secara profesional, humanis, dan bertanggung jawab dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kabid Propam menegaskan bahwa Bidpropam hadir tidak semata-mata untuk menindak, namun juga untuk membina dan mengingatkan anggota agar tetap berada pada jalur yang benar.

“Kami berharap seluruh personel Polres Pandeglang dapat memahami bahwa pengawasan ini merupakan bentuk kepedulian pimpinan terhadap anggotanya, sehingga ke depan tidak ada lagi pelanggaran yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga, maupun institusi Polri,” tambahnya.

Dengan dilaksanakannya kegiatan Mitigasi Pelanggaran Anggota Polri ini, diharapkan seluruh personel Polres Pandeglang semakin meningkatkan disiplin, loyalitas, dan integritas dalam setiap pelaksanaan tugas, serta mampu menjaga kepercayaan masyarakat terhadap Polri. Kegiatan ini juga menjadi komitmen Polda Banten dalam mendukung terwujudnya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah hukum Polda Banten. (Humas/Rose)
Share:

DIDUGA ADA KONGKALINGLONG, PENGELOLA SPPG dan CAMAT MUNJUL KOMPAK MANGKIR DARI AUDIENSI

Pandeglang- dugaan banyaknya pelanggaran yang dilakukan oleh pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi(SPPG) Desa Pasanggrahan Kecamatan Munjul Kabupaten Pandeglang yang akhir-akhir ini marak di pemberitaan berbagai media , terutama media online terus berkembang.

Isyu utama dugaan pelanggaran yang dilakukan pihak SPPG Desa Pasanggrahan yang merupakan dapur milik Yayasan Banten Alam makmur diantaranya,Operasional dapur MBG tanpa Persetujuan Bangunan Gedung(PBG),Sertifikat Laik Higiene Sanitasi(SLHS),Instalasi Pengolahan Air Limbah(IPAL) serta Menu yang tidak sesuai dengan Standar Oprasional dan Prosedur(SOP).

Menindaklanjuti Dugaan Isyu tersebut,Sejumlah Organisasi Kewartawanan dan Aktivis Kontrol Sosial lainnya melakukan Konfrensi pers sekaligus Audiensi Kepada Pihak SPPG dan Camat Kecamatan Munjul pada selasa(3
/02/2026).

Audiensi tersebut diminta oleh Gabungan Organisasi Wartawan Indonesia dan Lembaga(GOWIL) Kabupaten Pandeglang,Forum tersebut bertujuan untuk meminta klarifikasi sekaligus memberikan hak Jawab kepada pihak SPPG dan MUSPIKA Kecamatan Munjul(dalam hal ini Camat munjul) sesuai dengan isi pemberitaan terkait dengan semua dugaan pelanggaran tersebut.

Menurut Ketua Gabungan Organisasi Wartawan dan Lembaga(GOWIL)Kabupaten Pandeglang Raeynol Kurniawan,Pihaknya telah melayangkan surat permintaan Audiensi kepada Pihak Camat Kecamatan Munjul dan telah menerima tanggapan serta di sepakati bahwa acara Konfrensi pers sekaligus Audiensi dengan Pihak SPPG dan Yayasan Banten Alam akan dilaksanakan pada hari ini,selasa(3/02/2026).
"Kami telah melayangkan Surat permintaan Audiensi kepada Camat Munjul terkait dengan berbagai dugaan pelanggaran SPPG di Desa Pasanggrahan,dan Pihak camat telah menyepakatinya,acara tersebut akan di gelar pada hari ini selasa(3/02/2026)" Papar Raeynol.

Tapi sayang lanjut Raeynol, pihak-pihak terkait dari awal, sesuai jadwal yang di tentukan (jam 14.00 WIB) sampai jam kerja berakhir(jam 16.00 WIB)tidak ada satupun yang datang, Sepertinya mereka sepakat untuk menghindar atau mangkir dari forum ini , entah karena alasan apa.

Forum tersebut dihadiri oleh beberapa Organisasi kewartawanan,Lembaga Swadaya Masyarakat diantaranya,GWI , AWDI,KWRI,FRN,LIN,YBH PBHNI dan elemen Masyarakat lainnya.

Sementara Pihak SPPG , Yayasan Banten Amal makmur dan Camat Munjul, Sampai berita ini diterbitakan tidak bisa di hubungi baik secara langsung maupun via Smart phone nya.
(Gie)
Share:

Kapolda Banten Beserta PJU dan Jajaran Turut Berduka atas Wafatnya Eyang Meri, Istri Almarhum Jenderal Hoegeng

Serang – Kapolda Banten Irjen Pol Hengki beserta staf dan jajaran Polda Banten menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas berpulangnya Meriyati Roeslani Hoegeng, istri almarhum mantan Kapolri Jenderal Polisi (Purn) Hoegeng Iman Santoso. Sosok yang akrab disapa Eyang Meri tersebut meninggal dunia pada Selasa, 3 Februari 2026, dalam usia 100 tahun.

Eyang Meri mengembuskan napas terakhir setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Almarhumah lahir pada 23 Juni 1925 dan dikenal sebagai figur sederhana, kuat, serta setia mendampingi Jenderal Hoegeng yang menjadi teladan integritas dan keteladanan di tubuh Polri.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Banten Irjen Pol Hengki menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Eyang Meri. “Kami keluarga besar Polda Banten turut berbelasungkawa sedalam-dalamnya atas berpulangnya Eyang Meri. Beliau adalah sosok istri Bhayangkara yang luar biasa, yang dengan kesederhanaan dan keteguhan hati telah menjadi bagian penting dari perjalanan hidup almarhum Jenderal Hoegeng,” ujar Kapolda Banten.

Lebih lanjut, Kapolda menuturkan bahwa keteladanan keluarga Jenderal Hoegeng, termasuk Eyang Meri, merupakan warisan nilai moral yang patut dijadikan inspirasi bagi seluruh insan Bhayangkara. “Nilai kejujuran, kesederhanaan, dan pengabdian yang ditunjukkan oleh keluarga Jenderal Hoegeng akan selalu menjadi sumber inspirasi bagi kami dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat,” tambahnya.

Kapolda Banten juga mendoakan agar almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan. “Semoga almarhumah husnul khatimah dan seluruh amal ibadahnya diterima di sisi allah swt. Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan keikhlasan dan ketabahan hati,” tutup Kapolda Banten. (Bidhumas).
Share:

Senin, 02 Februari 2026

Ka. Lapas Serang Komitmen Zona Integritas, Tandatangani Komitmen Kerja Bersama

Serang, 2 Februari 2026 - Kepala Lapas Kelas IIA Serang, Riko Stiven, menunjukkan komitmennya untuk meningkatkan zona integritas dengan menandatangani komitmen kerja bersama di halaman Kantor Wilayah Ditjenpas Banten, Senin (2/2/2026). Acara ini dihadiri oleh Kepala UPT Pemasyarakatan lainnya dan dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Banten, M.Ali Syeh Banna.

Dalam acara ini, para kepala UPT Pemasyarakatan menandatangani komitmen kerja bersama untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat yang lebih PRIMA (Profesional, Responsif, Integritas, Modern, dan Akuntabel). Komitmen ini merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan integritas di lingkungan Pemasyarakatan.

"Dengan komitmen ini, kami berjanji untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dengan lebih profesional, responsif, dan akuntabel," kata Kepala Lapas Serang, Riko Stiven. "Kami akan terus berupaya untuk meningkatkan integritas dan kualitas pelayanan di Lapas Serang."

Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Banten, M.Ali Syeh Banna, mengapresiasi komitmen yang ditandatangani oleh para kepala UPT Pemasyarakatan. "Komitmen ini merupakan langkah penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan integritas di lingkungan Pemasyarakatan," ujarnya. Acara ini diakhiri dengan penandatanganan komitmen kerja bersama oleh para kepala UPT Pemasyarakatan.
Share:

Arsip