Sabtu, 27 April 2024

Tas Penunggu Pasien Hilang, Rumah Sakit Permata Bunda Ciamis Diduga Rawan Pencurian

 Ciamis, inforakyatindonesia.online
    Vika Mayang Sintia salah seorang penunggu pasien di Rumah Sakit Permata Bunda (RSPB) Ciamis merasa kecewa atas pelayanan terutama segi keamanan di Rumah Sakit tersebut.Vika yang sedang menunggui kedua bayi kembarnya yang sedang dirawat di RSPB telah menjadi korban pencurian berupa sebuah tas yang berisi uang tunai, cincin bayi,STNK mobil serta surat surat berharga lainnya.
"Kejadiannya diperkirakan sekitar pukul 12.00WIB sampai dengan pukul 02.00 Rabu 24/4/2024 dini hari,karena waktu itu pukul 12.00 saya masih terbangun,kemudian tertidur,pada pukul 02.00 saya terbangun karena anak menangis,dan sampai pagi tidak tidur lagi.Tapi pagi pagi saya baru sadar bahwa tas yang saya simpan di sebelah samping tempat tidur pasien tidak ada.Saat itu juga saya melapor ke perawat dan bagian ruangan,dan saya meminta untuk melihat layar cctv,perawatpun mengatakan akan segera berkoordinasi dengan bagian IT."terangnya.
 "Tak lama kemudian datang petugas security ke ruangan,mana yang kehilangan tas?ujar security tersebut,saya jawab, saya pak,kemudian dia mengatakan kalau barang barang pasien itu tanggung jawab pribadi bukan tanggung jawab pihak Rumah Sakit,kalau sampai hilang berarti ibu teledor,"imbuh Vika menceritakan kronologi kejadian.
 "Kami tidak bermaksud untuk meminta penggantian kerugian,tapi karena merasa tersinggung dengan ucapan security tersebut yang seolah malah menyalahkan istri saya dengan mengatakan teledor, serta seolah tidak ada tanggung jawab serta tanggapan dari pihak RSPB atas laporan dan permintaan untuk melihat cctv maka kami mempertanyakan hal ini ke pihak pelayanan atau managemen RSPB,"ujar Gian Ferdiana suami Vika."Saya juga meminta agar security tersebut dihadirkan untuk meminta maaf kepada istri saya,"imbuhnya.
 Yusup Priadi S.Ag Staf bagian pelayanan RSPB di hadapan korban dan awak media di ruang bagian pelayanan mengungkapkan,"Atas nama pihak RSPB dan pribadi menyampaikan permohonan maaf atas ketidak nyamanan keluarga pasien baik secara medis maupun segi keamanan,dan mohon maaf juga atas ucapan atau penyampaian petugas security yang kurang tepat serta membuat ketidak nyamanan bapak dan ibu,memang kami selalu berupaya untuk memberikan pelayanan yang terbaik,tapi memang masih banyak kekurangan yang harus kami perbaiki,hal ini akan kami jadikan bahan efaluasi untuk kedepannya agar lebih baik,"ungkapnya.
 Kalau dikatakan kejadian kehilangan ini sering terjadi di RSPB ini rasanya kurang tepat,memang kami akui dulu pernah terjadi seperti kehilangan helem, tapi kalau kehilangan di dalam ruangan baru kali ini,"pungkasnya.
 Hal ini berbanding terbalik dengan apa yang dikatakan security kepada Vika  "Kejadian ini sering terjadi,bahkan sudah ada yang dicurigai, tapi kami belum berhasil menangkapnya,"ujar Vika menirukan apa yang disampaikan security kepadanya.
 Sampai berita ini diturunkan pihak korban belum bisa melihat rekaman cctv sesuai yang diharapkan (AL)
Share:

0 comments:

Posting Komentar


Arsip